Sosialisasi Kebijakan Ganjil Genap Nopol Kendaraan Roda Empat Berakhir 31 Juli 2018

0
79

Beritasiber.com – Jakarta Timur, Demi mendukung suksesnya kegiatan Asian Games yang akan berlangsung di Jakarta pada bulan Agustus mendatang mendorong Kementerian Perhubungan untuk mencari solusi supaya terjaganya kelancaran arus lalu lintas.

Paket kebijakan telah dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan. Salah satu yang digunakan adalah kebijakan ganjil genap. Kebijakan ganjil genap yang sebelumnya dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta, diadopsi dan diperluas wilayahnya.

Menurut Bambang Prihartono Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan bahwa ada tiga paket kebijakan Manajemen Lalu Lintas untuk mendukung suksesnya Asian Games 2018 di Jakarta.

Kebijakan pertama adalah manajemen rekayasa lalu lintas. Kebijakan ini mencakup perluasan kebijakan ganjil genap di jalan arteri Jakarta dari semula hanya di Jl. MH Thamrin, Jl. Jenderal Sudirman, dan Jl. Gatot Subroto diperluas hingga Jl. Benyamin Sueb, Jl.Ahmad Yani, Jl. D.I Panjaitan, Jl. S. Parman, Jl. Rasuna Said, Jl. MT Haryono dan Jl. Metro Pondok Indah.

Kebijakan ganjil genap ini ditujukan untuk kendaraan pribadi dan berlaku setiap hari Senin-Minggu mulai pukul 06.000-21.000 WIB. Perluasan juga diberlakukan pada kebijakan ganjil genap di pintu tol yaitu penambahan di pintu tol Tambun dari semula hanya di Bekasi Barat dan Bekasi Timur (tol Jakarta-Cikampek) serta penambahan di pintu tol Dawuan dari semula hanya pintu tol Cibubur (jalan tol Jagorawi.

Untuk pengaturan kendaraan pribadi akan diberlakukan kebijakan buka tutup gerbang tol prioritas. Penutupan akan dilakukan di gerbang tol terpadat yang mengalami kecepatan kurang dari 40 kpj, V/C ratio lebih dari 1, antreannya mencapai 200 meter dari jarak antar gerbang tolnya berdekatan.

Penutupan pintu tol prioritas ini akan diterapkan bervariasi dari pukul 06.00-17.00 WIB dan pukul 12.00-21.00 WIB setiap hari. Penutupan pintu tol diprioritaskan untuk rute Wisma Atlet Kemayoran, Gelora Bung Karno (GBK), Velodrome Rawamangun dan Cibubur.

Selain itu, kebijakan ini termasuk penyediaan jalur khusus di jalan tol yang diperuntukkan bagi kendaraan pengangkut atlet dan angkutan umum bus. Lebih dari 100 kilometer panjang jalan tol di lajur 1 akan didedikasikan untuk jalur khusus ini. Ruas tol yang akan di berlakukan adalah tol dalam kota (21,6 kilometer), tol Pelabuhan (25,8 kilometer), tol Wiyoto Wiyono (26,2 kilometer) dan tol Jagorawi (26,8 kilometer) yang akan dilengkapi marka dan rambu.

Kebijakan kedua adalah penyediaan angkutan umum yang ditujukan untuk masyarakat akibat dari kebijakan pengaturan penggunaan kendaraan pribadi serta mendukung wisatawan mancanegara yang datang melihat Asian Games. Kebijakan ini meliputi penambahan armada bus Transjakarta ke venue sebanyak 76 unit dari yang sudah ada 294 unit, penyediaan 57 unit bus dari hotel atau pusat perbelanjaan ke venue, penyediaan 204 bus khusus untuk wilayah terdampak kebijakan serta 10 unit bus untuk keperluan wisata.

Kebijakan ketiga yakni pembatasan lalu lintas angkutan barang untuk golongan II, IV dan V. Saat ini sudah dilaksanakan pembatasan pada tol Cawang-Tomang-Pluit dan Tomang-Kembangan dimana kendaraan angkutan barang tidak boleh melintas pada pukul 22.00-05.00 WIB. Pada masa penyelenggaraan Asian Games, pembatasan lalu lintas angkutan barang akan diperluas ke ruas tol Cawang-Tanjung Priok, ruas tol Pelabuhan, ruas tol Cawang-TMII dan ruas Tol Cawang-Cikunir.

Uji coba kebijakan ini telah dimulai sejak 2 Juli hingga 31 Juli 2018 mendatang. Salah satu yang jadi perhatian adalah periode pelaksanaan pemberlakuan ganjil genap yang dilakukan sejak Senin hingga Minggu dimulai pukul 06.00 WIB sampai 21.00. Ini artinya dalam tujuh hari dengan waktu 15 jam setiap harinya, peraturan ganjil genap diberlakukan.

Agar paket Kebijakan Ganjil Genap ini dapat  diimplementasikan di masyarakat, maka telah disosialisasikan melalui uji coba kebijakan ini.

Dalam pantauan media Beritasiber.com di Fly Over depan UKI Cawang Jakarta Timur hari Kamis 26 Juli 2018  mulai dari pukul 07.00 – 10.00 WIB telah dilaksanakan kegiatan sosialisasi terhadap masyarakat nopol kendaraan roda empat ganjil genap yang dipimpin oleh AKP. Agus dari Tim Lantas Jakarta Timur, Subgar 0505/JT dipimpin oleh Pelda Suwarji dan jajaran Dinas perhubungan Jakarta Timur.

Sosialisasi Kebijakan Ganjil Genap Nopol Kendaraan Roda Empat Berakhir 31 Juli 2018.

Menurut keterangan Pelda Suwarji bahwa sosialisasi kebijakan ganjil genap ini akan berakhir pada tanggal 31 Juli 2018, mulai 1 Agustus kebijakan ganjil genap akan mulai efektif dilakukan dan diberlakukan sanksi dan penindakan bagi pengguna kendaraan roda empat yang tidak sesuai tanggal dan nomor polisinya.

(Wartawan : Habibi, Editor : Dharma)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here