Songsong Hari Kemerdekaan RI Ke 74, Komunitas Neuronesia Selenggarakan Peluncuran Dan Bedah Buku Breinware Management

0
231

Beritasiber.com – Jakarta, Dalam rangka menyongsong  hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 74 tahun 2019, elemen masyarakat pencinta ilmu neurosain yang tergabung didalam Komunitas Neuronesia pada rabu siang menyelenggarakan peluncuran dan bedah buku Brainware Management karya penulis Taufik Bahaudin di Mula Galery, Cilandak Town Square, Jakarta Selatan (07/08/2019)

Dalam paparannya bedah bukunya penulis buku Brainware Management, Taufik Bahaudin menjelaskan “Generasi 5.0 menjawab tantangan perubahan memasuki awal abad XXI yang merupakan Brain to Brain Competition dalam management manusia. Total inteligence berbasis kecerdasan spiritual (SQ-Based Total Intelligence) bukan lagi pada IQ seseorang,” ujar pak Tebe panggilan akrab Taufik Bahaudin yang juga seorang dosen senior UI.

Photo : Taufik Bahaudin Sedang Memaparkan Dalam Diskusi Bedah Buku

Lanjut Taufik, “Buku ini merupakan edisi baru dari buku yang sama yang pertama kali dicetak di bulan Juli 1999, dimana mendapat sambutan baik dari pembaca hingga dicetak ulang. Adapun Edisi baru dari buku ini karena adanya rasa ingin berbagi pengalaman berupa tacit knowledge sebagai praktisi melalui explicit knowledge yang lebih kuat,” pungkasnya.

Acara peluncuran dan bedah buku yang dibalut dalam sebuah diskusi ini dipandu langsung oleh Bambang lman Santoso sebagai moderator disajikan dalam bentuk serius tapi santai yang dirangkai sebagai ajang silaturahmi dan kopi darat komunitas Neuronesia dengan khalayak umum.

Terlihat hadir anggota kehormatan komunitas Neuronesia, Jesse A Monintja yang mengulas lebih intensif dalam perspektif neuropsikologi.

“Buku Brainware Management sebagai management generasi ke 5 yang diperkenalkan Taufik Bahaudin merupakan langkah tepat karena dikaitkan dengan struktur, fungsi otak yang dikembangkan melalui ilmu neurosains. Langkah berani ini menjadi terobosan utama bagi komunitas management, khususnya management sumber daya manusia (SDM) yang perlu diamati, dipahami dan diyakini sehingga menjadi bagian dari perilaku management modern dalam menghadapi percepatan teknologi yang eksponensial,” ujar Jesse A Monintja yang juga selaku Direktur Center Of Behavior Research & Schema Therapy Center Indonesia.

Sementara, moderator yang memandu acara Bambang lman Santoso memperjelas kembali : Otak generasi akhir yang memiliki kecepatan listrik berfikir semakin tinggi, selalu lebih agile terhadap perubahan-perubahan itu sendiri dan itu telah dipaparkan dengan baik kedalam konsep tersebut,” jelasnya.

Lanjutnya, “Buku ini membantu kita memahami dan mengatakan wawasan pembaca khususnya pemahaman tentang otak dan pikiran manusia. Dari awalnya pendekatan secara fisik (besar dan volume) otak manusia, struktur dan fungsi-fungsi anatomi otak, hubungan-hubungannya antara sel-sel otak (neurons), antara bagian lobus-lobusnya, transaksi biologis dan beragam enzim kimia neurotransmitters bekerja hingga sampai dianalogikan sebagai network rangkaian listrik yang sangat rumit (brain circuit, synapses, pathways, connectome dan seterusnya”, tutup Bambang Iman Santoso yang juga sebagai ketua komunitas Neuronesia dan CEO PT. Neuronesia Neurosains Indonesia tersebut.

(Reporter : KOKO)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here