RHINITIS ALERGIKA PADA ANAK

0
170

Oleh : dr. Endah Setiani Triastuti

Beritasiber.com – Jakarta,Rhinitis adalah radang saluran pernafasan bagian atas yang ditandai dengan gejala hidung berair (rhinorea), hidung tersumbat, bersin yang terjadi selama dua hari atau lebih berturut-turut dan berlangsung lebih dari satu jam dan hampir sepanjang hari.

Rhinitis alergi berdasarkan Allergic Rhinitis and its Impact on Asthma (ARIA) mengklasifikasikan rhinitis menjadi Rhinitis Alergi/Allergy Rhinitis (AR) dan Rhinitis Non Alergy/Non Allergy Rhinitis (NAR) hal ini didasarkan adanya atau tidak sensitisasi alergi. AR timbul karena mekanisme yang di mediasi oleh IgE dan biasanya ditandai dengan gejala tambahan dari mata gatal kemerahan (konjungtivitis). NAR memliki beberapa kemungkinan pemicu termasuk infeksi, hormonal, pekerjaan, dan idiopatik (yang penyebabnya belum diketahui secara pasti/belakangan disebut rhinitis vasomotor)

Pemberian obat-obatan/farmakoterapi terbatas untuk anak-anak terutama untuk mereka yang berusia dibawah 2 tahun. Tinjauan ini menggarisbawahi kurangnya pemahaman tentang rhinitis pada anak usia dini dan oleh karena itu perlu penelitian lebih lanjut dibidang ini.

pic. Gejala rhinitis alergika pada anak

Meski tidak dipandang sebagai kondisi yang mengancam jiwa, hal itu juga menjadi beban yang signifikan terhadap kualitas hidup penderita dan pengasuh mereka, serta mempengaruhi bagi kehidupan perekonomian bagi keluarga penderitanya. Sebuah survei pediatrik baru-baru ini dilakukan terhadap anak-anak berusia 4-17 tahun yang dilakukan di Amerika Serikat menunjukkan bahwa rhinitis mempengaruhi kualitas hidup baik dari sisi pekerjaan dan pola tidur dari penderitanya maupun pengasuh dari para penderitanya. Selain berefek langsung pada biaya pengobatan, rhinitis jg memberi efek secara tidak langsung terhadap morbiditas/penyulitnya berupa penyakit asma, yaitu bahwa rhinitis meningkatkan jumlah kunjungan rawat jalan dan penderita asma.

Infeksi virus pada saluran pernafasan mungkin berperan dalam perjalanan penyakit rhinitis jangka panjang. Penyulit rhinitis pada kelompok umur ini termasuk otitis media dengan efusi, hipertrofi adenoidal dan asma, menjadikan pertimbangan penting dalam pengelolaan pasien anak-anak ini.

Gejala rhinitis sudah dapat diamati sejak usia prasekolah. Pada beberapa studi yang telah dilakukan bahwa ditemukan pada anak-anak yang mengalami rhinitis alergi dapat meningkatkan kecenderungan meningkatnya prevalensi angka kejadian rhinitis di usia remaja.

pic. Anatomi hidung yang mengalami rhinitis alergika

Rhinitis pada anak-anak kurang dari 6 tahun dapat berakibat menjadi polip hidung walaupun sangat jarang. Selain polip, rhinitis dapat mengakibatkan sinusitis hal ini disertai dengan gejala-gejala terdapatnya cairan hidung yg kental berwarna kekuningan sampai kehijauan/mukopurulen, hidung tersumbat, sakit kepala yang disertai nyeri tekan pada wajah, dan nyeri tekan pada telinga adalah gejala umum sinusitis.

Konfirmasi diagnostik memerlukan pemeriksaan endoskopik dan CT Scan Sinus. Pemeriksaan endoskopi sulit dilakukan pada anak kecil. Selain itu pemeriksaan CT Scan mengekspos anak tersebut pada radiasi yang cukup besar. Oleh karena itu diagnosis sinusitis pada anak cukup menantang bagi para klinisi dan seringkali harus bergantung pada gejala klinis. Selain itu sebagian besar pemeriksaan tidak disertai dengan Tes Alergi, oleh karena itu diagnosis AR bersifat sementara. Bisa jadi gejala AR pada kelompok usia ini tidak cukup sensitif untuk mendiagnosis pasien AR.
Selain riwayat alergi/atopi pada orangtua yang akan menurun pada anaknya, hal ini dapat menjelaskan tentang terdapatnya faktor risiko yaitu memiliki saudara kandung yang memiliki riwayat penyakit yang sama, paparan asap rokok, polusi lalu lintas. Pada penelitian lain disebutkan bahwa prevalensi AR akan meningkat kejadiannya sampai usia remaja bila disaat usia pra sekolah pasien mendapat NAR. Menariknya, gender memiliki peran dimana kejadian NAR lebih sering terjadi pada jenis kelamin perempuan terutama pada masa usia remaja.

Rhinitis pada anak mempunyai penyebab yang heterogen. Faktor intrinsik seperti jenis kelamin laki-laki, adanya tanda alergi/atopi (serum IgE dan hitungan eosinofil), riwayat eksim, bunyi nafas mengi, dan sensitisasi alergen dikenal sebagai fakto resiko yg terdapat pada AR. Riwayat gejala alergi pada orang tua perempuan/maternal dan berbagai faktor lingkungan ternyata dapat meningkatkan risiko rhinitis pada anak.

pic. Tes Kulit/Tes Cukit/Tes Alergi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here