Rapat Umum Tahunan Anggaran P3SRSGRR Gagal Dilaksanakan Karena Pengelola Kabur

0
130

Beritasiber.com – Jakarta, Rapat Umum Tahunan Anggaran  (RUTA) Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun  Gading Resort Residances (P3SRSGRR)  yang dilaksanakan di Hotel Sunlake Hotel, Jln Danau Sunter , Jakarta Utara, Kamis (5/4/18) rupanya gagal dilaksanakan karena pihak pengelola kabur.

Rencananya RUTA P3SRSGRR akan membahas laporan pertanggungjawaban kepengurusan perhimpunan dan administrasi keuangan periode 1 Januari – 31 Desember 2017 serta penyampaian garis besar program kerja dan rencana anggaran pendapatan dan belanja perhimpunan periode 1 januari – 31 Desember 2018.

Warga GRR menunggu RUTA berjam jam dan akhirnya Rapat Batal dilaksanakan.

Namun sebelum rapat dimulai dan setelah berjam- jam warga penghuni Gading resort yang menunggu, akhirnya ricuh. Pasalnya Ketua P3SRS lari meninggalkan acara.

Johan Angkasa selaku perwakilan warga Gading Resort Residance yang beralamat di Jl.Boulevard  Barat Raya, Kelapa Gading sekitar Mall MOI menjelaskan, pada hari ini diadakan Rapat Umum Tahun Anggaran (RUTA), tetapi permaslahannya pengurus yang sah, saudari Tito, Edmon dan lain- lain melarikan diri tidak berani menghadapi warga.

“Lari, Tidak berani menghadapi warga karena merasa bersalah terhadap warga yang sudah hadir,” tegas Johan.

Lanjut Johan, yang menjadi tuntutan warga kepada pihak pengurus, yakni jangan semena-mena menaikan Service Charge dan IPL sedemikian tinggi, namun tidak ada transparansi keuangan. Warga hanya mau melihat dan meminta hasil pengeluaran dan pemasukan keuangan dari mana saja, namun tidak pernah bisa.

“Warga banyak  tidak mau merbayar service charge yang dianggap tidak masuk akal, namun pihak pengelola malah melakukan terror dengan mematikan listriknya secara sepihak,” ungkap Johan.

“Bukan hanya itu, kita mau bertemu dengan mereka, kan ada mereka perwakilan penghuni tetapi sama sekali tidak berani menemui warga,” tegasnya.

“Berhubung Ketua pengurusnya lari, hari ini warga membentuk formatur kepengurusan baru karena mosi tidakpercaya dengan mereka pengurus lama,” pungkas Johan.

Perseteruan antara pengurus P3SRS GGR dan pemilik (penghuni) GGR sampai saat ini tak kunjung usai hingga akhirnya pihak penghrus menyelenggarakan rapat tahunan ,keinginan rapat tersebut warga menuntut pengurus agar menjelaskan laporan keuangan secara terbuka dan jelas,saat warga akan mengikuti rapat beberapa warga tidak di perbolehkan masuk untuk mengikuti rapat hingga Kericuhan terjadi saat akan registrasi peserta rapat yang merupakan pemilik unit sehingga beberapa pemilik unit di GGR marah dan terjadi cekcok mulut antara warga dan Pengurus,Pihak pengurus P3RS terkesan menutup nutupi boroknya, bahkan wartawan yang saat itu akan meliput di usir oleh keamanan yang diduga orang bayaran dari pihak pengurus P3RS GGR.

“keinginan warga hanya ingin aman dan nyaman serta berharap kepada pengurus GGR untuk transparan dalam pengelolaan anggaran, selama ini pengurus tidak transparan, bahka penguruspun sering mengintimidasi warga dengan cara mematikan aliran listriknya. “Ujar Rony salah satu warga saat di konfirmasi wartawan.

Daniel Far Far yang mewakili juga mengatakan. “Mosi tidak percaya terhadap Pengurus Perhimpunan Pimilik dan Penghuni Apartement Gading Resort Residance (P3SRS-GRR) disebabkan ada beberapa hal dan merupakan fakta yg tidak dapat terbantahkan oleh Pengurus P3SRS-GRR antara lain :

  1. Pengurua menetapkan dan menerapkan denda sebesar 3% Kepada Pemilik/Penghuni GRR tanpa ada landasan hukumnya;
  2. Dikeluarkannya Iuran Listrik Bersama (ILB) dan IPL (Iuran Pengelolaan Lingkunga) sebagai mana diketahui bahwa IBL merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari IPL hal ini jelas diatur bahkan dalam Aturan Khusus GRR yakni Buku House Rules GRR;
  3. Kenaikan IPL secara sepihak dan dasar dari kenaikan itu sendiri tidak dapat dipertanggung jawabkan oleh Pengurus P3SRS-GRR.
  4. Tidak Pernah memberikan laporan Keuangan asli lengkap beserta seluruh lampiran termasuk bukti – bukti penerimaan dn pengeluaran kas GRR yang telah diaudit oleh akuntan publik kepada Pemilik/Penghuni tidak kurang dari 14 hari sebelum diadakan Ruta Tahunan.
  5. Undangan Ruta yang diterima oleh warga sudah tidak sesuai dengan jangka waktu yg ditentukan dalam AD/ART GRR itu sendiri yakni paling lambat 14 hari sebelum diadakan ruta.
  6. Bahkan lebih parahnya lagi bahwa ada warga yang g membayar listrik pun lampunya dimatikan karna tidak mau mengikuti ketententuan yg dibuat oleh Pengurus, misalnya jika kurang bayar IPL (Jika mengikuti harga lama yakni 17.200.) Yang ditentukan oleh pengurus sebesar 24.000 maka denda akan dikenakan dengan nilai akumulasi yang berubah-rubah.

 

selama ini Pemilik dan Penghuni sudah berusaha meminta penjelasan baik secara lisan dan tulisan kepada Pengurus P3SRS-GRR namun tidak pernah dihiraukan, jadi saya berfikir apa yang dilakukan pemilik/penghuni saat ini adalah wajar dan karena ini menyangkut hak mereka, dan lebih aneh Pihak Pengurus P3SRS-GRR tujuan diadakan rapat tahunan /Ruta adalah untuk mempertanggungjawabkan laporan keuangan, namun Mereka juga yang memimpin rapat ini dan juga yang mengesahkan laporan yang dibuat mereka.”ujar Daniel Far Far.

Kapolsek Tanjung Priok Kompol Supriyanto bersama Danramil Tanjung Priok Mayor Simbolon hadir mengamankan kegiatan (5/4/18).

Meskipun acara sempat ricuh, namun tidak sampai terjadi insiden yang merugikan. Kapolsek Tanjung Priok Kompol Supriyanto mengatakan,”Memang situasi sempat memanas saat pihak pengurus lama (pengelola) mengajukan pihak kuasa hukumnya untuk memimpin RUTA, namun mereka akhirnya mengalah dan pergi meninggalkan tempat. Situasi akhirnya menjadi aman dan kondusif,”Terangnya saat ditemui media beritasiber.com di lokasi.

(Dharma)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here