Putusan Pra Peradilan PN Jakut Terkesan Tak Digubris, Kasus Kekerasan Terhadap Anak Di Polres Jakut Tetap Jalan Di Tempat

0
5485
William Then korban kekerasan terhap anak di bright pre school

Beritasiber.com – Jakarta Utara, Berawal dari kasus Kekerasan Terhadap Anak (8/ 3/ 2016), yang dilakukan oleh Salah seorang oknum guru Paud Brigth Kids Pre-school di  Jalan Pademangan I Gang IV No. 1 Kelurahan Pademangan Timur Jakarta Utara, Maria Peni Urap yang diduga melakukan penganiyayan terhadap salah satu siswanya bernama William Then (5 tahun) yang mengakibat Luka di samping mata kirinya dan gangguan emosional anak  nampaknya masih jalan di tempat padahal sudah hampir berjalan 1 Tahun 2 bulan lamanya proses penyidikannya di Polres Jakarta utara.

Memang sempat dikeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP 3) oleh Polsek Pademangan Jakarta Utara, namun pihak korban melakukan upaya pra peradilan atas SP3 trersebut.

Ketua Majelis Hakim Tunggal Titus Tanding SH. MH sudah membacakan pertimbangan hukum dan menyatakan tersangka Maria Peni Uran ditetapkan sebagai tersangka Pasal 76 C Jo pasal 80 ayat 1 UU RI No 35 Tahun 2014 serta termohon dinyatakan terbukti oleh karna tidak terpenuhi unsur sengaja, menyatakan atas perbuatan tersangka pada tanggal 8 Maret 2016 sekitar pukul 12.00 WIB saat jam pelajaran di sekolah Bright Kids preshool dengan menggunakan kuku jari tangan kanannya sehingga melukai pelipis kiri Wiliam sebagai terbukti.

Keputusan Pengadilan Jakarta Utara Nomor : 10/Pra.Per/2017/PN.Jkt.utr tanggal 13 Juli 2017

Berdasarkan putusan Pengadilan Jakarta Utara, No.10/Pra.Per/2017/PN.Jkt.utr tanggal 13 Juli 2017, mengadili mengabulkan permohonan Prapradilan pemohon untuk seluruhnya, menyatakan tindakan termohon menghentikan penyidikan perkara tersangka Maria Peni Uran tidak sah; memerintahkan termohon untuk melanjutkan penyidikan terhadap tersangka Maria peni uran.

Bahwa terhitung sejak putusan pengadilan Jakarta utara, tanggal 13 Juli 2017, perkara atas nama Maria Peni Uran sudah ditindaklanjuti, Polres Metro Jakarta utara yang mana proses perkara ini sudah berjalan  1 tahun 2 bulan tetapi perkara masih tahap P-19.

Atas lambannya proses hukum terkait perkara ini, Penasihat Hukum Korban kekerasan terhadap anak ini, Jeffry Luanmase SH. merasa bahwa kepastian hukum sangat sulit diperoleh dan dapat menurunkan kepercayaan publik atas kinerja lembaga kepolisian.

Ditemui di kantornya di kawasan Kemayoran Jakarta Pusat Jeffry mengatakan,”Keputusan Pengadilan Jakarta Utara Nomor : 10/Pra.Per/2017/PN.Jkt.utr tanggal 13 Juli 2017 adalah sebuah produk hukum yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde) dan memutuskan agar perkara ini tetap dilanjutkan. Namun anehnya produk hukum yang sudah inkracht van gewijsde tetap tidak digubris oleh Polres Jakarta Utara karena sampai saat ini masih P-19 padahal sudah lebih dari satu tahun prosesnya. Saya berharap pihak penyidik dapat segera menuntaskan kasus ini, karena kepercayaan publik atas kinerja lembaga kepolisian dipertaruhkan dalam hal ini.”Ungkapnya (16/08/2018).

Sampai dengan berita ini dilansir beritasiber.com masih menunggu klarifikasi dari pihak Polres Jakarta Utara terkait perkembangan atas kasus ini.

(Team PWRI; Editor : Dharma)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here