Perangi Hoax Salah Satu Upaya Bela Negara Bagi Pelajar Di Abad Milenial

0
117

Oleh : Dra. Dwi Astuti Indriyanti, MM

Guru PPKn SMP Negeri 11 Semarang

Beritasiber.com – Semarang, National Character Building adalah mengembangkan karakter cinta tanah air dalam Konsep Bela Negara. Bela negara adalah sebuah konsep yang disusun oleh perangkat perundangan dan petinggi suatu negara tentang patriotisme seseorang, suatu kelompok atau seluruh komponen dari suatu negara dalam kepentingan mempertahankan eksistensi negara tersebut.

Pasal 27 ayat 3 UUD 1945 menyebutkan ,” bahwa setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara.” Itu berlaku untuk seluruh WNI tanpa terkecuali. Hal ini berarti di manapun kita berada, apapun pendidikan kita, profesi kita, pekerjaan kita, kaya, miskin, kader partai, aktivis LSM, olahragawan, budayawan, semuanya punya hak, semua punya kewajiban, semua punya kesempatan yang sama untuk bela Negara.

Dalam artikel ini kami akan menyoroti Bela Negara bagi Pelajar. Para pelajar merupakan cikal bakal penerus bangsa. Generasi penerus ini harus dibekali dengan National Character Building yang kuat, Pancasilais, Patriotis dan Cinta Tanah Air karena merekalah yang nantinya akan menggantikan memimpin bangsa dan negara ini.

Saat ini terjadi pergeseran paradigma yang signifikan dalam menghadapi kehidupan di abad milenial. Bagi para pelajar di era revolusi industri ke IV ini, dimana mereka hidup dalam dunia digital dan derasnya arus informasi membuat generasi penerus ini dapat mengalami situasi disruptif.

Hidup pada era digital yang canggih seperti sekarang ini, di mana sosial media menjadi urat nadi informasi kegiatan manusia, informasi menjadi sebuah barang yang saat ini mudah dibuat, disebarluaskan dan dipercayai oleh orang banyak.

Kemajuan tehnologi dan informasi yang sangat cepat juga membuat gagap banyak orang yang tidak siap dalam menghadapinya. Akibat kegagapan tekhnologi membuat jurang yang lebar, kemampuan menyesuaikan diri dengan pesatnya perkembangan tehnologi informasi membuat orang tergopoh gopoh melompati jurang tersebut, dan tak ayal banyak yang tak sadar terjerumus dalam jurang informasi yang tidak seimbang dan membingungkan.

Informasi palsu (HOAX) bertebaran menjadikan nilai kebenaran menjadi relative. Opini publik yang disusun diatas konstruksi informasi yang keliru akan dapat memecahbelah kehidupan. Dan pada gilirannya dapat menghancurkan kemanusiaan, berkembangnya radikalisme dan juga hilangnya nilai nilai patriotisme.
Generasi milenial yang kini ada di bangku sekolah dan universitas, harus melek berita/informasi. Masyarakat secara umum yang kini hidup pada era cybernetic harus terus menerus diedukasi agar melek berita/informasi.

Karena berita bohong atau hoax masih terus berseliweran di dunia maya. Ibarat virus, berita hoax terus menyebar dengan cepat, viral. Yang memprihatinkan, netizen (warganet) yang tidak tahu kebenaran berita tersebut terus membagikannya.
Bagi pelajar, memerangi Informasi HOAX merupakan salah satu upaya Bela Negara. Membantu mem-VIRAL-kan berita berita Hoax merupakan sebuah kegiatan yang berbahaya bagi Negara. Apalagi menyebarkan informasi yang memicu radikalisme, intoleransi, serta isu isu perpecahan antar Suku, Ras dan Agama yang berdampak buruk terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), tegaknya Pancasila serta Bhineka Tunggal Ika.

Dahulu ada pepatah yang mengatakan “Mulutmu adalah harimaumu” yang artinya kita harus berhati hati dalam bercakap cakap dan mengendalikan lidah. Saat kemajuan IT dan gadget-nya ungkapan yang sama “Jarimu adalah Harimaumu”.

Ikut berperang melawan HOAX merupakan salah satu upaya untuk membela Negara di abad milenial ini.

(Red.)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here