Menghitung Hari Menuju 2 Tahun Tragedi Penyiraman Air Keras Terhadap Novel Penyidik KPK

0
79

Oleh : Yudi Purnomo

( Ketua Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi )

Beritasiber.com – Jakarta, Koruptor yang ditangkap dan uang rakyat yang terselamatkan merupakan tugas KPK dalam mewujudkan mimpi rakyat Indonesia agar negeri ini bebas dari korupsi.

Namun tugas tersebut tidak mudah, terbukti dengan adanya serangan balik dari para koruptor (The Corruptor Fights Back) dalam bentuk teror kepada pimpinan dan pegawai KPK.

Pada tanggal 11 April 2019 nanti adalah tepat 2 tahun tragedi penyiraman air keras terhadap salah seorang penyidik KPK Novel Baswedan yang sampai saat ini pelakunya belum tertangkap.

Begitu juga dengan pelaku-pelaku teror terhadap Pimpinan dan Penyidik KPK lainnya. Untuk itulah, menuju 2 tahun tragedi di subuh hari itu, Wadah Pegawai KPK (WP KPK) bersama Koalisi Masyarakat Sipil akan melakukan serangkaian kegiatan dengan puncaknya Pada tanggal 11 April 2019.

Sebagai bagian dari rangkaian tersebut WP KPK telah mengirim surat resmi kepada Presiden yang intinya mengingatkan bahwa kasus Bang Novel sudah 2 tahun namun sampai saat ini pelakunya belum tertangkap dan sekaligus meminta waktu dialog untuk menyampaikan pesan kepada Presiden bahwa pembentukan TGPF independen merupakan keniscayaan sesuai dengan janji Bapak Presiden untuk mengungkap kasus ini.

Bahwa Wadah Pegawai KPK kemarin juga telah bertemu Kabareskrim untuk menanyakan mengapa pelaku penyerangan terhadap Novel Baswedan pada tanggal 11 April 2017 dan teror-teror lainnya belum ada juga yang tertangkap.

Bahwa mulai sejak tragedi penyiraman air keras kepada Novel Baswedan sampai saat ini Wadah Pegawai KPK tetap konsisten memperjuangkan keberadaan Tim Gabungan Pencari Fakta yang berada langsung di bawah Presiden dengan anggota yang terdiri dari berbagai institusi dan pakar serta ahli yang independen. Hal tersebut mengingat hampir dua tahun sejak penyerangan tersebut terjadi belum ada pelaku tertangkap.

Selain itu TGPF juga urgen untuk membongkar kasus-kasus teror lainnya. Karena satu satu cara untuk menghentikan teror adalah menangkap pelaku teror. Sehingga dengan pengungkapan kasus Novel Baswedan dan teror-teror lainnya menunjukan komitmen Presiden terhadap pemberantasan korupsi.

(Sumber : Yudi Purnomo, Ketua WP KPK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here