Meity Magdalena Ussu, SE., MBA. Anggota DPRD DKI Komisi E Adakan Sosialisasi Perda Pelestarian Budaya Betawi Di Teraskoja

0
5358
Meity Magdalena Ussu, SE., MBA. Anggota DPRD DKI Komisi E Adakan Sosialisasi Perda Pelestarian Budaya Betawi Di Teraskoja 20 Januari 2019

Beritasiber.com – Jakarta Utara, Betawi merupakan akulturasi dari berbagai suku seluruh Indonesia, banyak musium dan seni peningalan budaya betawi yang perlu dilestarikan, maka lahirlah Perda No. 4 tahun 2015 tentang Pelestarian Budaya Betawi.

Paling sedikit sudah ada tiga dasar hukum untuk mengimplementasikan pelestarian budaya Betawi, yaitu Perda Nomor 4 Tahun 2015 tentang Pelestarian Kebudayaan Betawi, Pergub Nomor 229 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Pelestarian Kebudayaan Betawi dan Pergub Nomor 11 Tahun 2017 tentang Ikon Betawi.

“Kegiatan sosialisasi Perda Nomer 4 Tahun 2015 ini penting dilakukan agar masyarakat menyadari bahwa budaya betawi penting untuk dilindungi dan dilestarikan sebagai kekayaan budaya nusantara,”Terang Meity Magdalena Ussu, SE., MBA. selaku penanggungjawab kegiatan sosialisasi ini saat membuka acara di Teraskoja, Jakarta Utara Minggu, 20 Januari 2019.

“Nanti materi akan dibawakan oleh bapak Priyanda Ananta, SE selaku direktur peneliti program dan moderator bapak Andreas Bolang,”terangnya.

Nara sumber Priyanda Ananta menerangkan bahwa Sunda kelapa merupakan gudang logistik VOC sebagai sentra kekuatan di Jawa, yang merebut sunda kelapa adalah Pangeran Jayakarta.

Tanggal 23 juli adalah merupakan tanggal perebutan logistik Batavia di Jakarta Utara yang dijadikan Hari Ulang Tahun Jakarta.

Rumah sipitung sebuah arkeologi yang dilindungi Negara. Perda melindungi situs asset dan budayanya. Musium dan seni harus dilindungi.

“Betawi merupakan masyarakat terbuka sebagai masyarakat yang terakulturasi dengan berbagai budaya di seluruh nusantara, sehingga betawi adalah miliki kita sehingga semua orang yang tinggal di Jakarta wajib menjaga bersama kebudayaan betawi, baik situs budaya maupun seninya. Perlu dilestarikan dan dilindungi bersama karena betawi merupakan milik seluruh nusantara.”Papar Priyanda Ananta, SE.

Moderator kegiatan Andreas Bolang menambahkan bahwa perlu diketahui soto betawi, kerak telor, tarian betawi seperti tarian gambus, tari topeng, tari yapong, tari cokek, tari lendang nyai, tari japin. Alat musik betawi Tanjidor, keroncong dan marawis perlu diketahui oleh masyarakat sebagai kebudayaan betawi yang harus dilestarikan.

Meity pada akhir sesi tanya jawab menambahkan,”Bagaimana mempopulerkan budaya betawi ? Pertama orang akan mengetahui darimana asalnya diketahui dari logatnya, maka soasialisasi muatan budaya lokal betawi harus mulai dibangun dengan memasukkan materi pelajaran bahasa betawi lebih intens. Yang kedua, mulailah dari kita sendiri mencintai budaya lokal.”

“Pada kesempatan ini saya berharap dengan sosialisasi perda ini,  semoga masyarakat semakin menyadari pentingnya melestarikan dan melindungi budaya lokal.” Pungkasnya.

Acara dilanjutkan dengan pertunjukan tari lendang betawi oleh anak anak dari SD Negeri Semper Timur, lalu ditutup dengan pembacaan doa oleh Ustad Abeng. (DHARMA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here