Kapolsek Sunda Kelapa Kompol Netty Rosdianan Siagian Ungkap Kasus Tindak Pidana Penggelapan

0
5579
Kapolsek Sunda Kelapa Kompol Netty Rosdianan Siagian Ungkap Kasus  Tindak Pidana Penggelapan di Mako Polsek Sunda Kelapa Selasda 28/08/2018.

Beritasiber.com – Jakarta, Kapolsek Sunda Kelapa Kompol Netty Rosdianan Siagian menggelar konferensi pers  terkait kasus tindak pidana penggelapan dan penadahan terhadap 1 (satu) unit mobil Merk HINO model Tronton Dump Truck No. Pol : B 9530 FYV atas nama PT. Sino Persada Indonesia berikut muatan pasir sebanyak 22,56 m3 di halaman Mako Polsek Sunda Kelapa selasa (28/08/2018).

“Kronologinya pada hari Kamis 05 Juli 2018 Polsek Sunda Kelapa telah menerima Laporan adanya dugaan tindak pidana penggelapan terhadap 1 (satu) unit mobil merk HINO Type FM8JN1D-EGJ (6X4) model Tronton Dump Truck No. Pol : B 9530 FYV tahun 2017, warna Hijau, Nomor Rangka : MJEFM8JN1HJE13539  No. Mesin : JOSEUFJ80497 atas nama: PT. Sino Persada Indonesia alamat : Jl. Cempaka Raya RT. 01/01 Jatimulya Tambun Selatan Bekasi, berikut muatan pasir sebanyak 22,56 m3. Selanjutnya atas dasar laporan tersebut Polsek Sunda Kelapa segera menindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan serta penyidikan dan Rabu tanggal 15 Agustus 2018 sekira pukul 17.00 Wib Polsek Sunda Kelapa berhasil  melakukan Penangkapan terhadap 5 (lima) orang pelaku yang diduga melakukan tindak pidana tersebut.”Lanjutnya.

“Para pelaku yang berjumlah 5 (Iima) orang yang sekarang sudah jadi  tersangka antara lain berinisial YM als 0 sebagai pengemudi Truck, RM als B sebagai Kenek Truck, M sebagai penghubung antara pengemudi dengan pembeli Truck, S als H sebagai penghubung dengan pembeli Truck, dan AR sebagai pembeli Truck.”Terang Kapolsek Sunda Kelapa.

Tersangka YM alias O sebagai pengemudi Truck bersama tersangka RM alias B sebagai Kenek Truck dan tersangka RW als E (DPO) berencana akan melakukan penggelapan dengan cara menjual Dump Truck Tronton tersebut. Lalu hari Jumat 29 Juni 2018 setelah tersangka YM als 0 membawa muatan pasir sebanyak 22.56 M3 dengan mengemudikan Truck menghubungi tersangka MY (DPO) dan kesepakatan bertemu di Rest Area Tol Karang Tengah.

Dan para tersangka (YM als 0, RM als B, RW als E, (DPO) dan H serta R (DPO) bertemu di Rest Area Tol Karang Tengah. Kesepakatan diperoleh, para tersangka  akan menjual Dump Truck Tronton tersebut, kemudian tersangka R (DPO) menghubungi pembeli dalam hal ini tersangka S als H yang tinggal di daerah Sukabumi Jawa Barat.

Dan hasil penawaran tersangka S als H sanggup membeli Dump Truck tersebut sebesar Rp 90.000000 (sembilan puluh juta rupiah) selanjutnya Dump Truck No Pol : B-9530-FYV dibawa para tersangka YM , RM, dan Rw (DPO) ke Sukabumi Jawa Barat namun pada saat di daerah Bogor tersangka YM als 0 menjual Muatan Truck berupa pasir sebanyak 22,56 M3 dipinggir jalan kepada orang yang tidak dikenal Identitasnya selanjutnya Dump Truck tersebut dibawa ke daerah Sukabumi.

Pada hari Sabtu tanggal 30 Juni 2018 setelah sampai di Sukabumi tersangka MY (DPO) dan R (DPO) dengan membawa Truck tersebut dan bertemu dengan tersangka S als H sedangkan tersangka YM, RM dan RW menunggu di Warung pinggir jalan, kemudian tersangka S als H menjual Dump Truck tersebut kepada tersangka AR sebesar Rp 120.000.000 (seratus dua puluh juta) dan baru dibayar sebesar Rp 90.000000 (sembilan puluh juta rupiah) sisanya Rp 30.000000 (tiga puluh juta) akan dibayar dengan cara dicicil, kemudian setelah tersangka S alias H menerima uang dan langsung menyerahkan uang sebesar Rp 90.000.000 (sembilan puluh juta rupiah) kepada tersangka MY (DPO) dan tersangka R (DPO), selanjutnya tersangka MY (DPO) menyerahkan uang kepada YM als 0 sebesar Rp 10.000.000 (sepuluh Juta rupiah) untuk dibagi kepada tersangka RM dan RW (DPO) sedangkan kepada tersangka M sebesar Rp 4.000.000 (empat juta rupiah) dan tersangka R (DPO) sebesar Rp 2.000.000 (dua juta rupiah)

Setelah tersangka AR membeli dan menguasai Dump Truck tersebut kemudian menghilangkan ciri-ciri dari Dump Truck tersebut dengan cara menambah wama cat serta mengganti Plat Nomor No Pol Dump Truck dari No Pol B9530-FYV menjadi No Pol F-8827-SS disertai dengan menggunakan Buku KIR dan STNK palsu dengan maksud dan tujuan untuk menghilangkan jejak serta menghindari agar tidak diketahui oleh pemilik mobil Dump Truck dan pencarian dari Polisi.

Untuk kasus ini Polsek Sunda Kelapa sudah mengamankan barang bukti berupa 1 (satu) Unit mobil merk HINO Type FM8JN1D-EGJ (6X4) model Tronton Dump Truck dengan menggunakan Plat Nomor Polisi No. Pol : F 8827 SS tahun 2017, warna Hijau beserta kunci kontak, 1 buah Buku KIR, 1 (satu) buah FC STNK, 1 buah HP merk OPPO A83 warna Gold dengan Sim Card Telkomsel, 1 (satu) buah Hp merk Samsung J2 Prime wama hitam, 1 (satu) buah HP merk ADVAN HEMER dengan Sim Card XL dan lndosat, 1 buah HP merk LG dengan Sim Card AS dan IM3, 1 (satu) buah HP Merk Nokia, 1 (satu) pasang baju lengan panjang, dan 1 (satu) lembar surat jalan DO.

Akibat dari perbuatan tersebut, pemilik Dump Truck PT. Sino Persada Indonesia mengalami kerugian sebesar Rp 756.000.000 (tujuh ratus lima puluh enam juta rupiah)

“Pelakunya memang residivis, sudah 4 kali dipenjara, jadi memang sudah ahli, Pasal yang disangkakan terhadap tersangka YM als O dijerat dengan Pasal 372 KUHP, tersangka RM als B dijerat Pasal 372 KUHP, tersangka M dijerat pasal 55 Jo Pasal 372 dan Jo Pasal 480 KUHP dan tersangka S als H dijerat pasal 55 Jo pasal 480 KUHP serta tersangka AR dijerat pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman masing-masing 4 (empat) tahun penjara, “Tutup Kapolsek.

(Dharma)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here