Era Digital Toko Tani Indonesia Luncurkan Aplikasi E-Commerce

0
94

Beritasiber.com – Jakarta. Jum’at, 22/12, Untuk merespon perkembangan ekonomi digital dan kemudahan berbelanja bagi masyarakat. Kementrian Pertanian merancang aplikasi Toko Tani Indonesia (TTI) online dalam aplikasi e-commerce ( business to businnes) yang melibatkan perangi, masyarakat, lembaga keuangan dan transportasi sebagai wujud transformasi Dalam pelayanan TRI agar dapat melayani masyarakat secara lebih Luas, mudah dan mudah.

Manfaat aplikasi ini adalah ( 1 ) ketersediaan informasi stok di sisi Gapoktan dan TTI, ( 2 ) kepastian pengiriman dan monitoring proses pengiriman, ( 3 ) jaminan kontinuitas patokan, ( 4 ) minimalisasi biaya distribusi, ( 5 ) adanya kepastian harga dan stok yang dapat dibeli masyarakat, dan ( 6 ) Informasi akses lokasi TTI terdekat bagi masyarakat.

Output dari sistem berupa ‘ Bank Data” terkait pola produksi serta pola transaksi yang kedepan bisa sebagai bahan penyusunan kebijakan Kementrian Pertanian, terutama terkait pemasaran hasil pertanian dan program stabilisasi harga dan pasokan pangan.

Kedepan, aplikasi ini akan terus dikembangkan sehingga diharapkan masyarakat dapat ikut mengakses layanan.

Peran perbankan juga akan terus dikembangkan dalam sistem ini. Bank BRI berkomitmen untuk mendukung pengembangan cashless payment antara TTI dengan Gapoktan. Peran perbankan akan di perkuat sebagai pemberi pinjaman mikro/rifle bagi pertain, Gapoktan dan Toko Tani Indonesia, pengembangan Cash Management Transaksi (traffic) keuangan TTI Center.

Pengembangan TTI bertujuan untuk mendukung stabilisasi pasokan dan harga pangan pokok dan Strategis yang dilaksanakan melalui kegiatan Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat. (PUPM). Melayu kegiatan ini. Gapoktan atau Lembaga Usaha Pangan Masyarakat (LUPM) dan Toko Tani Indonesia diberdayakan untuk menjalankan fungus sebagai lembaga distribusi dalam suatu rantai distribusi yang lebih efesien.

Hingga saat ini terbentuk 898 dan 2.433 TTI yang tersebar di 32 PROVINSI dengan rincian pada tahun 2016 sebanyak 492 Gapoktan dan 1.320 TTI, sedangkan tahun 2017. Khusus pelaksanaan kegiatan tahun 2017, Gapoktan sebagai penyuplai bahan pangan dikonsentrasikan pada 7 provinsi sentra padi yaitu Sumsel, Lampung, Banten, Jabar, Bateng, Jatim, dan NTB untuk menyuplai TTI di Jabodetabek dengan komoditas pangan yang dipasok yaitu beras, cabai dan bawang merah.
(KOKO)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here