DPP Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Kecam Keras Cuitan Agati dan Wiwi Yang Disinyalir Hina Profesi Wartawan

0
266

Beritasiber – Jakarta, Menyikapi penyataan Caleg DPR-RI Hj. Agati Sulie Mahyudin.,SE dalam Akun Facebooknya yang bertuliskan ‘Wartawan itu maju tak gentar membela yang bayar‘ dan di tambah dengan pernyataan ‘Wiwi’ selaku staf Agati yang melontarkan kata-kata bahwa ‘PWRI itu tidak ada izinya‘ mendapat tanggapan keras dari Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PWRI Dr. (Can.) Suriyanto PD.,SH.,MH.,Mkn.

DPP Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Kecam Keras Cuitan Agati dan Wiwi Yang Disinyalir Hina Profesi Wartawan

“Saya sangat menyayangkan statement seorang ibu yang mewakili rakyat (DPR-RI) sampai bisa menyatakan wartawan gampang diatur dan dibayar (Wartawan itu membela yang bayar) Ini jelas sebagai penghinaan profesi, apalagi disebarkan lewat saluran telekomunikasi android. Hal ini dapat dikenakan UU ITE. Permasalahan ini tidak hanya cukup minta maaf, ini sudah penghinaan dan harus dihukum. Saya himbau para wartawan dan organisasi pers yang ada di Kalimantan Tengah (Kalteng) bertindak untuk memberi pelajaran kepada Ibu DPR-RI yang terhormat yang tak tahu dihormati itu, terlebih mengatakan PWRI tidak ada ijin. PWRI adalah organisasi profesi wartawan yang sah dan jelas legalitasnya artinya berbadan hukum dan jelas organisasi yang menganut pancasila berdasarkan UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika,”Ungkap Ketua Umum PWRI Pusat Dr. (Can.) Suriyanto PD., SH., MH., M.Kn. yang juga selaku Dosen Hukum media massa di Universitas Jakarta, lewat pesan singkat Whats App, Kamis (11/04/2019).

SK Kumham sebagai legalitas PWRI

Sampai dengan berita ini dilansir, demi keseimbangan pemberitaan Dewan Redaksi www.beritasiber.com berusaha menghubungi Hj. Agati Sulie Mahyudin, SE di nomor selular 081210873302 yang tercantum difacebooknya namun belum dijawab.

 

(Team Persatuan Wartawan Republik Indonesia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here