CARA MEMBERSIHKAN TELINGA YANG BENAR

0
299

Oleh : dr. Bobie Rolando Tanjung

Beritasiber.com – Jakarta, Setiap orang pasti pernah mendengar dan melihat benda yang bernama ear candle. Apa itu ear candle? Ear candle yang disebut juga dengan lilin telinga menjadi benda pilihan yang digunakan oleh masyarakat dalam membersihkan telinga. Padahal kalo boleh kita mundur sedikit kebelakang, cutton bud atau kapas lidi menjadi pilihan utama oleh sebagian besar masyarakat di Indonesia untuk membersihkan liang telinga. Ear candle menjadi pilihan masyarakat beberapa tahun belakang ini karena lebih efisien dan tidak memerlukan tenaga dibandingkan mengorek liang telinga dengan cotton bud. Mengingat seringnya kejadian kapas yang tertinggal  saat sedang membersihkan liang telinga menjadikan alternatif lain oleh masyarakat dalam membersihkan telinganya. Hanya cukup menaruh ujung ear candle ke dalam liang telinga lalu membakar bagian teratas dari ear candle sampai batas yang ditentukan. Pasien cukup duduk atau tidur dengan posisi menyamping sesuai dengan letak telinga yang mana akan dipasang ear candle tersebut. Ada yang bisa melakukan sendiri tapi ada pula yang melakukannya dibantu orang lain untuk melihat batas akhir dari bagian ear candle dibakar. Hal ini tentu saja menjadi pilihan beberapa tempat seperti salon atau spa dalam memberikan pelayanan. Bahkan di era serba modern seperti saat ini dimana media sosial sudah menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dan semakin dipermudah dengan belanja online yang jumlahnya sudah lumayan cukup banyak, barang-barang seperti ear candle ini dapat dicari dan dipesan lalu dibayar hanya dalam hitungan menit. Hal ini menjadi pilihan bagi mereka yang tidak punya waktu dan terlalu sibuk sehingga memesannya untuk digunakan sendiri di rumah.

Walaupun menjadi pilihan oleh masyarakat dalam membersihkan telinga, ada banyak hal yang tidak disadari oleh masyarakat kalau penggunaan ear candle justru menyebabkan masalah pada telinga. Bila orang yang menggunakan cutton bud menyebabkan tertinggalnya kapas dan menyebabkan kotoran dari telinga semakin masuk ke dalam liang telinga, maka pada penggunaan ear candle justru memiliki resiko yang lebih berat.  Ada pernyataan yang mengatakan bahwa pada saat ear candle dibakar akan menghasilkan asap dimana asap tersebut akan memberikan rasa hangat yang nantinya akan menimbulkan  tekanan negatif pada telinga. Tekanan negatif tersebut dianggap sebagai cara untuk menghisap kotoran yang terdapat di dalam telinga. Setelah dilakukan penelitian, ternyata tidak  terdapat tekanan negatif dari hasil pembakaran ear candle dan kotoran yang dihasilkan dari hasil pembakaran hanyalah hasil pembakaran lilin tersebut. Dari Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Volume 15 didapatkan data dari kuisoner 122 dokter spesialis THT di Amerika bahwa sepertiga dari pasien mereka mengalami komplikasi akibat menggunakan ear candle. Diantaranya ada yang luka bakar di bagian telinga luar dan tengah, peradangan pada liang telinga bahkan sampai menimbulkan perforasi dari gendang telinga atau istilah awamnya gendang telinga menjadi berlubang. Tentu saja kalau hal ini sudah terjadi akan dibutuhkan perawatan dan penanganan lebih lanjut oleh dokter spesialis THT.

Inti dari permasalahan dari penjelasan diatas tidak lain adalah masalah kotoran telinga. Di dalam telinga kita terdapat cairan yang diproduksi oleh kelenjar yang dalam istilah medis disebut dengan serumen. Berbagai macam partikel debu yang masuk ke dalam telinga serta epitel kulit yang terlepas dari rongga telinga nantinya akan bercampur dengan serumen tersebut. Serumen juga memiliki fungsi sebagai pelindung dari serangga atau binatang yang mau masuk ke dalam telinga karena serumen memiliki aroma yang tidak disukai oleh serangga. Serumen yang sudah bercampur tadi nantinya akan menggumpal dan membentuk kotoran telinga. Setiap orang memiliki jenis kotoran telinga yang berbeda-beda dimana ada yang bentuknya lunak tapi ada pula yang keras dan kering. Hal ini dipengaruhi oleh banyak faktor seperti lingkungan, iklim di suatu wilayah, usia bahkan juga genetik.

Masalah kotoran telinga cukup sering ditemukan dan  keluhan telinga terasa penuh serta berkurangnya pendengaran menjadi alasan masyarakat untuk  mengunjungi dokter spesialis THT. Kotoran di dalam telinga sebenarnya dapat keluar dengan sendirinya dengan pergerakkan rahang seperti saat menguyah makanan. Hal ini merupakan cara dari telinga dalam membersihkan diri walaupun cara ini biasa dilakukan tapi ada juga kotoran telinga yang masih belum bisa keluar dan malah semakin mengeras di dalam telinga. Apabila kotoran telinga tersebut mengeras dan belum bisa dikeluarkan maka dokter akan menggunakan alat untuk mengambil gumpalan serumen tersebut. Tetapi bila masih belum bisa dikeluarkan juga maka kotoran telinga perlu ditetesin cairan pelunak kotoran telinga dulu selama 3-5 hari, setelah itu dilakukan irigasi dengan cairan fisiologis yang disesuaikan dengan suhu tubuh. Dari semua penjelasan diatas dapat disimpulkan kebersihan telinga sangat penting dan ada beberapa cara untuk menjaga kebersihan telinga seperti :

1. Jangan menggunakan cotton bud atau kapas lidi karena justru akan membuat kotoran telinga semakin menumpuk.

2. kontrol ke Spesialis THT setiap 3 atau 6 bulan sekali.

3. jangan sembarangan membeli obat tetes telinga tanpa konsul terlebih dahulu dengan dokter

4. lebih sering menggerakan rahang bawah ke kiri dan ke kanan seperti gerakan menguyah untuk membantu pembersihan kotoran telinga

  1. jangan menggunakan ear candle untuk membersihkan telinga karena bisa merusak telinga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here