CAGUB DAN CAWAGUB JALUR INDEPENDEN RAMAIKAN BURSA PILGUB JATENG 2018

0
1135

Beritasiber.com – Semarang, Kontestasi politik dalam Pilkada Gubernur Provinsi Jawa Tengah mulai menggeliat. Selain Cagub dan Cawagub dari petahana yang mencalonkan diri kembali, ada beberapa calon gubernur Jateng jalur partai serta muncul calon gubernur dari jalur non partai (Independen).

Jalur independen sesungguhnya bisa dikatakan jalur yang paling berat, karena hanya mengandalkan kekuatan personal yang memang handal agar dapat merebut simpati publik.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah (Jateng) menetapkan jumlah minimal dukungan yang wajib dikumpulkan calon peserta Pilkada 2018 dari jalur perseorangan atau independen. Setiap calon peserta harus mendapatkan dukungan 6,5 persen dari daftar pemilih tetap (DPT) atau 1.781.606 orang.

Ini harus dibuktikan dengan formulir pernyataan dukungan dan fotokopi KTP elektronik pendukung.

Jumlah itu jauh lebih besar dibanding kebutuhan dukungan bagi calon perseorangan bupati atau wali kota. Misal, untuk bisa mendaftarkan sebagai calon Wali Kota Tegal menggantikan Siti Masitha Soeparno yang ditangkap Komisi Pemberantasan korupsi (KPK), hanya diperlukan dukungan dari 20.012 orang atau 10 persen dari jumlah DPT.
Sementara, untuk Kabupaten Banyumas, calon perseorangan wajib mengumpulkan 85.719 orang dukungan, Kabupaten Karanganyar sebanyak 51.648 orang, Kabupaten Kudus 45.323 orang, Kabupaten Magelang sebanyak 71.973 orang, Kabupaten Tegal 77.842 orang. Sedang Kabupaten Temanggung memerlukan 43.460 orang.

Ketua KPU Jateng, Joko Purnomo, mengatakan, jumlah dukungan untuk pasangan calon (paslon) perseorangan itu diputuskan KPU setelah melakukan rapat pada Sabtu-Minggu, 9-10 September 2017.

Syarat minimal dukungan itu diperoleh berdasarkan total jumlah daftar pemilih tetap (DPT) pada Pilkada 2015, Pilkada 2017, dan Pilpres 2014 di Jateng, yang mencapai 27.409.316 pemilih.

“Mengacu PKPU Nomor 3 Tahun 2017 tentang Pencalonan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tahun 2018, jika jumlah DPT lebih dari 12 juta pemilih dikalikan 6,5% atau jumlahnya adalah 1.781.606 orang,” tutur Joko saat menggelar jumpa pers di Kantor KPU Jateng, Semarang, Selasa (12/9/2017).

Dari pantauan media ini, nampaknya ada pasangan Cagub dan Cawagub dari jalur non partai (independen) yang mengusung tema “ JATENG PERUBAHAN.” Mereka adalah Bekti Wiratmaka dan Ahmad Dimyati.

Saat ditemui beritasiber.com di kawasan Simpang Lima Semarang, Bekti Wiratmaka mengungkapkan niatnya yang kuat untuk ikut berjuang membuat perubahan di Provinsi Jawa Tengah.

Visi dan misi Cagub dan Cawagub Non Partai ini secara ringkas disampaikannya sebagai berikut : “Menuju Birokrasi yang tepat cepat dan melayani, percepatan sarana prasarana perekonomian, pendidikan dan kesehatan yang merata, Jateng sebagai tujuan utama investasi.”

Bekti Wiratmaka mengungkapkan beberapa program unggulan yang akan diusungnya yaitu
1. Penataan penyederhanaan birokrasi pemerintahan pemprov Jateng sebagai bagian dari pelayanan pada masyarakat secara tepat cepat dan melayani
2. Jateng menjadi tujuan utama investasi modal dalam negeri dan asing. Pembukaan banyak kawasan industri serta kemudahan perijinan dan kenyamanan investasi. Pada gilirannya mampu menyerap tenaga kerja dan peningkatan taraf hidup warga Jateng
3. Peningkatan mutu pendidikan juga pembangunan / renovasi sarana pendidikan untuk anak didik. Tidak hanya di kota2 tetapi sampai pelosok Jateng
4. Pemberdayaan petani dan nelayan lewat program2 dan bantuan dg tujuan petani dan nelayan sejahtera.
5. Pemberdayaan pelaku usaha mikro, menengah. Lewat bimbingan teknis dan bantuan program program yang menarik.
6. Peningkatan sektor pariwisata Jateng. Jateng jadi tujuan utama wisata di samping Bali dan Jakarta. Banyak program dan cara yang bisa dilakukan untuk mengangkat citra pariwisata Jateng.
7. Pelestarian budaya di tiap daerah Jateng di samping mengemasnya sebagai promosi budaya Jateng dan peningkatan perekonomian warga di bidang budaya.
“Ini sedikit gambaran dari kami. Karena kita ingin JATENG PERUBAHAN,”Ungkapnya kepada beritasiber.com (22/10/2017).
Bekti Wiratmaka (BW) dan Ahmad Dimyati ( AHD) nampaknya sangat serius mengikuti kontestasi Pilgub Jateng, terpantau kegiatan mereka untuk terjun ke masyarakat mengumpulkan dukungan KTP sudah mencapai 70 persen dari persayarat minimal yang diwajibkan .

“Kami saat ini sudah mulai turun ke masyarakat mengumpulkan dukungan KTP di 35 Kabupaten Provinsi Jawa Tengah, saatnya demokrasi langsung dengan memberikan hak politik warga masyarakat tanpa perwakilan partai untuk menentukan siapa pemimpinnya untuk membuat perubahan yang lebih menyentuh masyarakat jawa tengah mulai kami perjuangkan. Mudah mudahan kami dapat mewakili aspirasi masyarakat untuk merubah kehidupannya menjadi lebih baik, memang sebuah perjuangan yang sangat berat saya akui, namun kami yakin akan dapat berjuang meraihnya,” Pungkas Bekti.
(Dharma L)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here