Brigjen Pol Rikwanto Sebagai Narasumber Focus Group Discussion di Angkatan Darat

0
171

Beritasiber.com - Jakarta, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Rikwanto dipercaya menjadi nara sumber dalam Focus Group Discussion (FGD) yang diseleggarakan di Aula Jenderal Besar A.H Nasution Markas Besar Angkatan Darat, Jakarta, Kamis (2/11/2017).

Diskusi tersebut mengangkat tema “ Sumber Daya Manusia yang Tangguh, Kunci Sukses Penerangan Angkatan Darat Dalam Menghadapi Perang Informasi” yang membahas berbagai persoalan yang menjadi pemberitaan di media massa berkaitan dengan intitusi TNI dan Polri. Forum diskusi tersebut dibuka oleh Kapala Dinas Penerangan Angkatan Darat Brigjen TNI Alfret Denny Tuejeh dengan tujuan untuk menyamakan persepsi bagi satuan-satuan penerangan Angkatan Darat sebagai langkah menyikapi berbagai pemberitaan di media massa, serta peran aktif satuan penerangan untuk memberikan publikasi informasi yang benar kepada masyarakat.

Focus Group Discussion dihadiri oleh para kepala penerangan Kotama di jajaran Angkatan Darat serta insan penerangan dari Puspen TNI, Dinas Penerangan Angakatan Laut dan Dinas Penerangan Angkatan Udara.

Brigjen Polisi Rikwanto menyampaikan pemaparan materi dengan tema “Strategi Kehumasan Polri Dalam Mengatasi Hegemoni Media Sosial”. Brigjen Polisi Rikwanto menerangkan bahwa  yang dihadapkan dengan perkembangan teknologi informasi, media sosial menjadi suatu hegemoni yang tidak dapat dihindari, begitu pula pada era digital saat ini, masyarakat diharapkan agar lebih cerdas dalam menerima informasi yang telah tersebar melalui media sosial.

 “Citra lembaga bukan dibentuk oleh siapa-siapa, tetapi oleh personel lembaga itu sendiri mulai dari pangkat terendah hingga panggat tertinggi”, jelas Brigjen Pol Rikwanto.

Sebagai bentuk sikap dalam menghadapi hegemoni media sosial, Kepolisan RI dalam hal ini Divisi Humas Mabes Polri menerapkan strategi partnership dengan media massa, membangun sarana dan prasarana berbasis teknologi informasi, meningkatkan kapasitas SDM kehumasan, membuka ruang komunikasi pada seluruh elemen masyarakat, menjadikan setiap anggota polri sebagai agen kehumasan dan pemolisian media sosial (social media policing).

Sementara itu, di dalam diskusi yang menghadirkan Direktur Komunikasi Indonesia Indicator Rustika Herlambang, mengambil tema “Membangun Persepsi Strategis Menghadapai Perang Informasi “. Beliau merupakan pengamat pengkajian dan analisa pemberitaan di media massa dan media sosial mengutip pemikiran Mayjen TNI Tatang Sulaiman tentang perang Informasi yang memiliki tiga komponen yang meliputi medan perang, mesin perang dan prajurit. Medan perang dalam konteks perang informasi adalah hal yang terberat dalam perang informasi , dikarenakan menyangkut masalah opini publik yang dibentuk dari persepsi. Komponen kedua adalah mesin perang yang diliputi oleh media mainstream dan media sosial. Sedangkan komponen ketika yaitu prajurit itu sendiri, yang mengawaki media itu sendiri.

Direktur Komunikasi Indonesia Indicator Rustika Herlambang juga menjelaskan bagaimana untuk memenangkan perang informasi, yaitu dengan cara memenangkan opini publik. Selanjutnya beliau mengungkapkan jika 94 persen penilaian masyarakat terhadap TNI merupakan kemanangan TNI dalam memenangkan opini publik. Selain itu penilaian positif masyarakat terhadap TNI bukanlah diperoleh begitu saja, namun diperoleh dari kerja keras yang dilakukan oleh TNI sangat dirasakan dampak positifnya oleh masyarakat terutama menyangkut kinerja dan integritas TNI sebagai pengawal Negara Kesatuan Republik Indonesia dari berbagai ancaman yang sangat dimungkinkan untuk muncul

Kegitan FGD yang setiap bulannya diselenggarakan oleh Dinas Penerangan Angakatan Darat dengan mengundang pembicara-pembicara dari berbagai praktisi merupakan kegiatan yang dilakukan untuk aktif mencari solusi pemecahan permasalahan bangsa melalui diskusi-diskusi terbuka serta bertujuan untuk meningkatkan kemampuan insan penerangan TNI dalam menganalisa berbagai topik-topik hangat yang sedang menjadi trending di media massa maupun media sosial.

(Sumber : Multimedianews.polri.go.id - Dharma L)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here