BNN Bongkar Clendestine Laboratory Di Diskotik MG Internasional Club

0
248
BNN Bongkar Clendestine Laboratory Di Diskotik MG Internasional Club.

Beritasiber.com – Jakarta, Irjen Pol. Drs. Arman Depari  Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) menggelar Konferensi pers di Kantor BNN jalan MT. Haryono N0. 11 Cawang Jakarta Timur terkait pabrik narkotika illegal (Clendestine Laboratory) di Diskotik MG Internasional Club hari Kamis, 21 Desember 2017.

“Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam operasi gabungan dari BNN pusat, BNN provinsi Jakarta, Resmob Mabes Polri, Gegana Brimob, Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Barat dan Polisi Militer Kodam Jaya, telah melakukan penggeledahan dan penangkapan pelakuyang memproduksi narkotika ilegal di Diskotik MG Internasional Club di Jakarta Barat hari Minggu 17 Desember 2017  sekitar pukul 01:30 WIB.” Ungkap Arman Depari.

Arman menambahkan, dalam razia tersebut petugas melakukan tes urine pada sekitar +170 pengunjung diskotik dan di dapatkan sebanyak 128 orang pengunjung positif menggunakan narkotika. Dari lokasi razia petugas gabungan menemukan banyak bekas botol air mineral berukuran 330 ml yang lebelnya telah di lepas. Setelah melakukang penggeledahan petugas pun menemukan 3 ruangan yang sedang digunakan untuk memproduksi narkotika jenis ekstasi cair dengan omset penjualan permalam Rp.70.000.000,-.

Dalam operasi tersebut telah diamankan 6 orang dimana satu diantaranya yang merupakan koordinator dalam peredaran narkotika dan sempat menjadi DPO, namun telah menyerahkan diri. Keenam tersangka tersebut yaitu, SA alias Awang (pria, 32 th, koordinator peredaraan narkotika), WA bin TA (pria, 43 th, karyawan yang menawarkan narkotika yang telah dikemas dalam botol air mineral), FE bin NA (pria, 24 th, berperan mengambil narkotika yang telah di siapkan AA), MI bin KA (pria, 46 th, berperan mengambil uang hasil penjualan narkotika dan di serahkan kepada SA), FD (pria, 40 th, berperan sebagain manager oprasional diskotik MG), DW(pria, 24 th, koordinator karyawan, kapten diskotik MG dan pembuat member bagi pengunjung untuk membeli narkotika).

Sementara itu, hingga saat berita ini diturunkan seorang tersangka berinisial AS alias Rudi yang merupakan pemilik diskotik masih buron namun  telah dilakukan tindakan pencegahan ke luar negri. Dari kasus ini petugas mengamankan barang bukti berupa peralatan dan bahan dalam pembuatan narkotika jenis ekstasi cair tersebut serta menyita sejumlah aset yang diduga milik tersangka diantaranya 1 unit rumah, beberapa dokumen keuangan dan izin pariwisata, 2 unit laptop, 2 unit berangkas dan 2 unit mobil.

Para tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat (2) , pasal 112 ayat (2) , subside pasal 113 ayat (2) dan pasal 129 huruf a,b dan c juncto pasal 32 ayat (1) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman maksimal pidana mati.

(Adil Sadana)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here